Berita MGMP

Selasa, 11 Desember 2018

Cinta Literasi, Menulis Setiap Hari

SEORANG teman, blogger Nasional, seorang guru IT di sebuah sekolah swasta terkenal di Jakarta sana, dia aktif di berbagai kegiatan yang berkaitan dengn TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memiliki moto yang bagus untuk motivasi dalam menulis. Motonya begini, 'Menulislah Setiap Hari, Buktikan Apa yang Terjadi.' Itu moto yang berisi ajakan dan tekad untuk terus-menerus menulis. Moto yang bagus, menurut saya. Saya setuju tekad dan ajakan itu. Siapa? Dia adalah Wijaya Kesuma atau yang lebih dikenal dengan Om Jay.

Sabtu, 01 Desember 2018

Membentuk diri untuk Membentuk Orang (Monolog Guru)

AKU guru. Tapi aku bukan PNS. Hanya ada beberapa yang aku tahu. Tapi itulah yang aku beritahu. Tidak harus menunggu. Menunggu banyak? Menunggu PNS? Menunggu disuruh dan disanjung? Ah, tidak begitu. Aku adalah guru.

Kamis, 29 November 2018

Tingginya Minat Memiliki Buku, Sudahkah Aktif Menulis Buku?

CUKUP membanggakan, tingginya minat para guru untuk memiliki buku sendiri. Buku karya sendiri. Ya, memiliki buku yang ber-ISBN dan terbit melalui penerbit resmi. Di sampul buku itu tertera nama sendiri sebagai penulisnya. Bangga, pastinya.

Selasa, 13 November 2018

Motivasi Menulis itu Harus dari Diri Sendiri

SEBAGAI guru atau siapa saja yang ingin menjadi penulis, memang wajib belajar menulis. Praktik menulis. Jangan berkutat di teori. Yang ini sudah sama-sama diketahui oleh kita semua. Bagaimana mau menjadi penulis jika praktik menulisnya tidak hendak. Enggan saja yang ada.

Selasa, 06 November 2018

Segera, Sagu Sabu Karimun

SETELAH Sagu Sabu (Satu Guru Satu Buku) Kepri sukses dilaksanakan beberapa waktu lalu di Tanjungpinang, para alumni Sagu Sabu Kepri asal Karimun yang sempat ikut waktu itu merencanakan akan melaksanakan kegiatan yang sama di Karimun. Diharapkan para guru yang tidak sempat ikut di Tanjungpinang dapat mengikutinya di Karimun, nantinya.

Rabu, 18 April 2018

Kapal Pol XXXI-2004 Sambangi Desa


Kapal Pol XXXI-2004 Ditpolairud Polda Kepri  melaksanakan 'sambang desa' dengan membagikan buku bacaan kepada anak anak setempat. Desa yang dituju adalah desa di Pulau Stunak, yaitu Desa Tulang Kec.Karimun. 

Kegiatan 'sambang desa' itu sendiri dipimpin oleh Bripka Doddy Eka Saputra. Menurut pencetus ide kegiatan, aktifitas ini merupakan terobosan kreatif dari Polri untuk mempermudah anak anak penerus bangsa untuk gemar membaca. 

Dengan kedatangan kapal untuk singgah sebagai Taman Membaca, Ditpolairud Polda Kepri berharap agar anak-anak di pulau itu bisa gemar membaca. "Jika aku gemar membaca maka dunia akan berada di genggamanku," begitu seorang polisi memberikan semangat kepada anak-anak penggemar buku-buku itu.

Menurutnya lagi bahwa bagi anak anak Pulau Stunak Desa Tulang kegiatan itu sangat bermakna. Mereka sangat terbantu dalam usaha mencerdaskan mereka. Begitu ungkap salah seorang orang tua anak-anak,  Pak Ari. Kata Pak Ari, anak-anak setempat mendapat bantuan buku dari Personil Kapal XXXI-2004 secara langsung dalam kegiatan tersebut. 

Harapan kita semoga kegiatan 'sambang desa' itu dapat menjalin terus hubungan pembelajaran antara kedua belah pihak. Hubungan pembelajaran ini sangat penting bagi masyarakat terutama anak-anak kami sebagai penerus bangsa. Begitu orang tua mereka memberikan pernyataan.***

Senin, 26 Maret 2018

Naik Pangkat: Berusaha, Insyaallah Bisa

MACET naik pangkat tersebab susahnya membuat karya tulis sudah dialami guru-guru sejak lama, khususnya setelah Pemerintah mensyaratkan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) sebagai salah satu syarat itu. Dalam PKB para guru dituntut untuk terus-menerus mengembangkan dirinya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah wajib membuat sebuah karya, karya tulis misalnya.

Selasa, 20 Maret 2018

Bimbingan Sagu Sabu Lahirlah Buku

BELAJARNYA selama dua hari, Senin-Selasa (19-20/02/18) itu. Gurunya para ahli. Ahli di bidang literasi. Dari Surabaya sana. Kami, peserta pelatihan diajarkan dan dibimbing bagaimana menulis dan membuat buku. Jargon Satu Guru Satu Buku disingkat Sagu Sabu benar-benar diterapkan bahkan 'dipakskan' kepada kami. Alhamdulillah, pemaksaan ini positif hasilnya, karena ternyata menguntungkan kami.

Jumat, 23 Februari 2018

Bapakku Rustam: Selamat Jalan

Masih terasa, saat pertama kali mutasimu ke sekolahku.
Bisik-bisik tetangga menanbah bumbu tentang ketenaranmu.
Tak terasa, seperti baru kemarin kita bersama.
Tapi takdir berbicara lain, kehendak Yang Maha Kuasa tidak ada yang bisa melawannya.
Tua muda harus patuh dengan kehendak-Nya.

Memang, kabar tentang ketidaksehatanmu akhir-akhir ini sering terdengar.
Tapi itu bukan hal luar baisa,
Sepanjang kebersamaan kita sakit maag yang kau derita
Sudah hal biasa.
Tak disangka tak diduga, berita duka aku terima.
Tapi apakah kaena maag atau penyebab lainnya
Entahlah

Berpulangnya dirimu ke rahmahtullah.
Tiada satupun bisa menahannya
Tidak juga kami, aku dan siapa saja
Selamat jalan, Bapakku, Rustam
Selamat jalan menuju bahagia akhirmu
Doaku beriring alfatehah menyertaimu

Senyummu walau tak selalu kau nampakkan
tapi aku tahu kau berbahagia di sana
berbahagia bersama kami, dia dan siapa saja
gaya mu gaya itu akan menjadi kenangan
selamat jalan, Bapakku
Bapak Rustam