Tampilkan postingan dengan label puisi kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi kita. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Februari 2018

Bapakku Rustam: Selamat Jalan
Bisik-bisik tetangga menanbah bumbu tentang ketenaranmu.
Tak terasa, seperti baru kemarin kita bersama.
Tapi takdir berbicara lain, kehendak Yang Maha Kuasa tidak ada yang bisa melawannya.
Tua muda harus patuh dengan kehendak-Nya.
Memang, kabar tentang ketidaksehatanmu akhir-akhir ini sering terdengar.
Tapi itu bukan hal luar baisa,
Sepanjang kebersamaan kita sakit maag yang kau derita
Sudah hal biasa.
Tak disangka tak diduga, berita duka aku terima.
Tapi apakah kaena maag atau penyebab lainnya
Entahlah
Berpulangnya dirimu ke rahmahtullah.
Tiada satupun bisa menahannya
Tidak juga kami, aku dan siapa saja
Selamat jalan, Bapakku, Rustam
Selamat jalan menuju bahagia akhirmu
Doaku beriring alfatehah menyertaimu
Senyummu walau tak selalu kau nampakkan
tapi aku tahu kau berbahagia di sana
berbahagia bersama kami, dia dan siapa saja
gaya mu gaya itu akan menjadi kenangan
selamat jalan, Bapakku
Bapak Rustam
Sabtu, 25 November 2017
Jumat, 20 Oktober 2017
Rabu, 18 Oktober 2017

Puisi: Penantian
Oleh Siti Nurbaya
Begitu lama aku menanti
menanti kedatanganmu
belahan jiwaku
yang kutunggu dengan segenap jiwa dan ragaku
Pernah aku merasa lelah menanti
seakan kau begitu jauh menepi
Kamis, 12 Oktober 2017

Puisi: Bicara Pada Rasa
Oleh Ririn Eriyana
Duniaku diguyur hujan
Labat...lebat sekali...
Bahkan sampai saat ini sebelum subuh
Dunia masih gelap
Hanya diterangi temaram lampu kota
yang berpendar.
Duniaku diguyur hujan
Labat...lebat sekali...
Bahkan sampai saat ini sebelum subuh
Dunia masih gelap
Hanya diterangi temaram lampu kota
yang berpendar.
Langganan:
Postingan (Atom)

